Kesaksian hidup semoga berguna bagi orang lain. Tanteku adik mama adalah orang yang terkenal pelit dan amat sulit berbagi. Waktu kakekku sakit dan butuh darah tanteku yang darahnya sama (O) tidak mau beri dengan berbagai alasan padahal belum diperiksa oleh PMI, sampai Oomku adik papa bersedia menyumbangkan darah walau akhirnya tidak jadi karena golongan darahnya berbeda (A). Akhirnya kakekku terpaksa membeli darah dari PMI. Beberapa tahun kemudian suaminya menderita stroke berat dan serangan jantung sehingga cacat seumur hidup dan sering masuk ICU. Dia membutuhkan darah berkantong-kantong tapi tidak ada keluarga/kerabatnya yang bersedia memberi dengan alasan yang sama seperti tanteku berikan walaupun banyak di antara mereka yang bergolongan darah B, akhirnya terpaksa beli dari PMI. Suami tanteku akhirnya menjadi cacat seumur hidup, jalan tertatih-tatih dan bicara tidak jelas, akhirnya usahanya digantikan oleh tanteku sendiri untuk menghidupi anaknya yang masih sekolah. Beberapa tahun kemudian suami tanteku meninggal dunia, karena anaknya masih sekolah yang butuh kasih seorang papa maka tanteku menikah lagi dengan duda cerai hidup beranak dua. Waktu itu tanteku belum Kristen jadi asal saja memilih, suaminya yang kedua adalah orang yang hidupnya tidak karuan dengan 2 anaknya yang bermoral kurang baik. Lama-lama tanteku tidak tahan dan akhirnya pisah rumah tanpa status cerai sampai suaminya yang kedua akhirnya meninggal juga kena stroke, tapi anaknya telah menikah, mapan meneruskan pekerjaan orang tuanya dan memberinya 2 cucu yang lucu-lucu. Sejak itu tanteku bertobat, dibaptis di gereja dan mulai aktif melayani. Saya tentu tidak meniru sikap seperti tanteku itu, karena saya adalah cucu pendeta yang aktif melayani dan selalu berbuat sosial. Kalau ikut menyumbang pada acara bakti sosial sudah sering kulakukan, hanya baru sekali saya ikut mendonorkan darah 4 November 2009 lalu di gereja Bethany Manyar Surabaya. Sebelumnya saya belum berani ikut karena orang tua kurang mengijinkan mengingat kedua orang tuaku punya penyakit tertentu sehingga tidak bisa donor darah. Pertama kali saya turuti saya orang tuaku, walaupun adikku sudah mulai ikut donor darah sekali saja. Lama-lama seperti ada yang kurang beres pada diriku, kepala sering tegang, sakit, kaku tapi tiap dicek tidak ada apa2nya dan kehidupanku seperti merasa kurang kasih dan berkat yang sesungguhnya. Sudah tiga kali saya diberi kesempatan untuk ikut donor darah karena kebetulan ada yang memerlukan golongan darah AB karena sakit kanker otak stadium 4, tapi waktu itu saya masih belum berani dengan alasan takut lemas, capai, dsb, sampai pada waktu gereja Bethany Manyar mengadakan acara donor darah saya mencoba ikut tanpa memberitahu orang tua dan teman dekatku. Di situ saya bisa merasakan manfaat yang dipetik setelah selesai donor darah, bahwa hidupku ini milik Tuhan maka saya harus menyerahkannya yang terbaik bagi Tuhan saja yang empunya. Saya belajar untuk menghargai orang lain dan tidak mengasihani diri sendiri, tapi belajar membagikan kelebihan yang ada dari jiwa ragaku, belajar mensyukuri setiap anugerah Tuhan padaku, demikianlah berkat mulai mengalir dalam keluargaku dengan adikku diberi posisi pekerjaan yang lebih bagus dan tentu saya pun juga akan diberikan yang terbaik dari Tuhan. Walaupun setelah donor saya merasa lemas tapi di situlah saya belajar bahwa tubuh ini adalah Bait Allah, saya belajar untuk memelihara sebaik-baiknya bagi Tuhan. Tuhan perlahan-lahan mengubahkan hidupku karena cinta-Nya yang tulus, maka saya pun akan terus memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Ya, semua karena cinta. Setelah ini saya tidak akan takut ikut donor darah lagi menurut kemampuanku.
Saya sekarang bahagia tidak hanya memberikan sebagian harta yang kumiliki, tapi juga sebagian nyawa yang kumiliki. Inilah makna ajaran Kristus yang sebenarnya, menyangkal diri, memilkul salib dan mengikut Dia, memberikan kasih yang berarti juga menyambung setiap nyawa yang membutuhkan lewat "SETETES DARAH".
Sejak ikut donor darah saya mulai belajar sabar dan bisa mengendalikan diri. Sebelumnya saya sering marah dan melampiaskan kepada orang lain, termasuk ke gereja. Tapi setelah ikut donor darah saya mulai sabar, kalaupun masih ada niat marah tapi semua itu masih bisa terkontrol, tidak sampai meledak-ledak. Dengan donor darah saya mulai belajar berkorban untuk orang lain, rasa lemas sehabis donor darah membuat saya belajar rendah hati, belajar merasa senasib sepenanggungan dan pelan-pelan mengurangi sikap egois. Saya akan terus mengubah dan menyempurnakan hidupku lewat doa pengurapan dan akan terus ikut donor darah tiap 3 bulan sekali menurut kemampuanku. Sabtu lalu saya baca koran Jawa Pos bahwa PMI Surabaya kehabisan stok darah AB. Berarti darah yang saya sumbangkan dulu telah dipakai oleh orang yang membutuhkan. Saya senang sekali, di hari Pahlawan yang baru saja diperingati tanggal 10 November saya belajar hidup senasib sepenanggungan, menjadi Pahlawan buat orang sakit.
Barusan tadi siang saya ikut doa pengurapan di Gereja Bethany Manyar Surabaya, ada seorang bersaksi dirinya Oktober lalu dirampok orang dan ditusuk sehingga terluka parah, dioperasi dan diberi darah 14 kantong. Hidupnya waktu itu jahat, lalu dia bertobat dan selalu pakai minyal urapan akhirnya cepat sembuh, walaupun dokter mengatakan lama sembuh. Mungkin salah satu dari 14 kantong darah itu adalah milikku, tapi jika benar berarti saya telah menyelamatkan nyawa seseorang, menjadi berkat, membuatnya bertobat dan lahir baru. Maka saya pun akan selalu hidup dalam pengurapan dan kasih kuasa Tuhan saja, terus menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Dulu saya suka buang minyak urapan, menolak dengar lagu-lagu rohani kharismatik, menghujat hamba-hamba Tuhan dan gereja kharismatik baik lewat surat kaleng, internet, telpon gelap, dll. Setelah saya merasakan hidupku hampa tanpa hadirat Tuhan, hampir menjadi budak nafsu seks barulah saya kembali memakai minyak urapan lagi. Saya percaya Tuhan bekerja melalui minyak urapan tentu ada kuasa dan mujizat yang ajaib. Karena itu dengan ikut donor darah di gereja Bethany Manyar Surabaya saya juga ingin menebus kesalahan saya yang telah lalu, dan ini akan saya terus lakukan setiap 3 bulan sekali menurut kemampuanku, belajar berkorban bagi orang lain.
Saya bersedia mendonorkan sumsum tulang belakang apabila ada yang benar-benar membutuhkan dan cocok. Saya melakukan ini karena merasa berdosa sekali hidup jauh dari Tuhan dan hampir terjerumus dengan teman-teman yang kurang baik. Sekarang saya ingin benar-benar bertobat sempurna dan memperbaiki kembali hubungan dengan Tuhan dan teman-teman seiman melalui donor darah bahkan rela menjadi donor sumsum tulang belakang.
Ya deh, sepertinya Tuhan sudah menegur saya melalui ikut donor darah dan minyak urapan. Setelah donor saya merasa lemas sehingga disuruh istirahat di tempat beberapa menit sebelum ikut kebaktian gereja lagi. Dalam keadaan seperti itu sepertinya Tuhan berbicara kepada saya untuk mengampuni orang lain dan saya mau lakukan saja karena dalam keadaan lemas sekali dan setelah itu sepertinya saya dibimbing Tuhan untuk melakukan apa yang berkenan dan saya ikut saja karena sifat kedagingan sudah banyak dikikis dari saya. Waktu diolesi minyak urapan oleh hamba Tuhan saya seperti merasa panas dan ada sesuatu yang menyentak saya untuk mengeluarkan semua yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Maka saya menurut saja dan saya ingin sekali kali ini benar-benar bertobat penuh dan ikut Tuhan selamanya. Tentu dalam pertobatan saya juga memberikan sebagian dari milik saya, menjadi donor darah bahkan suatu saat bersedia bila diminta jadi donor sumsum tulang belakang. Dulu saya banyak menyusahkan dan merugikan orang lain, hampir terjebak dalam prostitusi, bersikap kasar bahkan hampir menumpahkan darah, sepertinya selama ini saya banyak berhutang kepada Tuhan dan sesama, maka saya ingin membayarnya dengan bersedia berkorban bagi orang yang membutuhkan.
OK, karena itu sekarang ini saya punya keinginan, bagi yang membutuhkan silakan hubungi saya, saya bersedia mendonorkan sumsum tulang belakang dalam keadaan sehat. Jujur saja, akhir-akhir ini saya banyak mimpi buruk dan sering gelisah karena masih dikejar oleh rasa bersalah dan berdosa dengan banyak hal yang saya pernah lakukan di masa lampau. GBU.
Sebetulnya manfaat donor darah itu baik sekali bagi yang mengalami kelebihan darah sehingga membuat kepala pusing dan aliran darah kurang lancar, bisa untuk pergantian darah kotor menjadi bersih.
Saya cuma usul saja, sebaiknya donor darah juga dijadikan sebagai terapi buat mereka yang suka marah, dan berperilaku negatif/jahat, kalau cuma dengan obat2 penenang, doa puasa saja rasanya gak cukup. Banyak orang yang sudah minum obat, doa puasa tapi masih berlaku yang kurang baik. Coba dengan disuruh donor darah tanpa makan dulu dan tidur yang cukup dengan jarak 3 bulan sekali persis, tentu akan terasa lemas sekali bahkan sampai pingsan. Dengan merasakan yang demikian biarlah mereka bisa belajar memahami penderitaan orang lain dan merasa senasib sepenanggungan sehingga pelan2 menjadi orang yang baik.
Shallome semua. Indahnya bunga kerana rupa, indahnya dunia kerana bangsa, Indahnya Syurga kerana Bapa, indahnya kita kerana Dia! Hehehe.. God bless:lol:
shalom~~ sepa bole tolong saya?? saya sangat perlu kan pertolongan d saat ini~~( sesiapa yang ingin bantu saya sila snd jak msg oker) GBU ALL AMIN~~~:pray:
hello evryone!! di sini saya ingin nyatakan bahawa perkhemahan tunas remaja akan diadakan pada minggu depan... dan peringkat seluruh sabah... di kg badukan ranau sabah. oleh itu sy memohon pada saudara dan saudari supaya mendoakan program2 yg akan dilaksanakan supaya jadi . amen...